Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 November 2017

Tips Backpacking ke Lombok untuk Tiga Hari Dua Malam

Selain Bali, salah satu pulau di Indonesia yang terkenal akan keindahan pantainya adalah Pulau Lombok. Mulai dari Gili Trawangan sampai Tanjung Aan wajib kalian kunjungi selama berada disana.Tapi sayangnya pulau Lombok sering dianggap mahal karena letaknya yang lebih jauh dari Bali.  Berikut Tips backpacking untuk kalian yang ingin ke Lombok tanpa takut kehabisan uang.

1.       Membeli tiket minimal seminggu sebelum hari-H



Tiket tujuan Lombok harganya tidak berbeda jauh dengan tiket menuju bali. Harga tiket termurah ke Lombok saat hari jumat atau sabtu berkisar 1,1 Juta Rupiah sampai 1,5 Juta. Sangat disarankan untuk tidak membeli tiket saat long weekend karena harganya bisa melonjak sampai 3 kali lipat. Lebih baik cuti satu atau dua hari menjelang weekend daripada mengeluarkan biaya tiket sampai 3 kali lipat.

2.       Objek Wisata di Lombok bisa dijangkau dalam waktu 3 hari

Seandainya kalian berangkat ke Lombok pada jumat malam dan pulang saat minggu malam. Kalian bisa menginap dulu di kota Mataram kemudian makan malam makanan khas Lombok yaitu Ayam Taliwang ( Saya merekomendasikan Taliwang Raya hehe ). Untuk penginapan murah di Mataram kalian bisa mencari di daerah cakranegara dengan range harga sekitar 100 ribu sampai 250 ribu rupiah.


Setelah itu keesokan harinya kalian bisa mencari motor sewaan yang bisa kalian pakai selama dua hari di Lombok untuk menuju Pelabuhan Bangsal  dan pantai-pantai sekitar lombok. Harga sewa motor berkisar 60 ribu sampai 70 ribu rupiah per hari jauh lebih murah ketimbang menggunakan taksi dengan tarif 150 ribu rupiah untuk durasi 1 jam perjalanan menuju pelabuhan bangsal. Setelah mendapat motor kalian bisa langsung menuju pelabuhan bangsal dengan menggunakan google maps dengan durasi perjalanan sekitar 40 menit hingga 1 jam. Sesampainya di pelabuhan bangsal kalian bisa menitip motor kalian dengan tarif 10 ribu rupiah permalam.




Dari pelabuhan bangsal kalian bisa menggunakan kapal menuju gili trawangan dengan membayar tiket seharga 15 ribu rupiah. Selama di Gili Trawangan kalian bisa mengikuti trip snorkeling ke gili meno dan gili air seharga 20 ribu yang dimulai setiap pukul 10 pagi sampai jam 3 sore. Untuk daftar snorkeling kalian bisa ke pos di sekitar dermaga kapal. Selain itu selama di gili trawangan kalian juga bisa merasakan sensasi serunya bermain ayunan di pinggir pantai yang ada di sekitar ombak sunset.





Saat hari minggu kalian bisa melanjutkan liburan kalian dengan mengunjungi pantai kuta Lombok dan Tanjung Aan. Waktu yang ditempuh menuju dua  tempat itu dari pelabuhan bangsal sekitar satu setengah jam. 




Selesai mengunjungi dua objek tersebut kalian bisa membeli oleh-oleh khas Lombok di sasaku semacam dagadu nya Lombok. Malamnya kalian sudah siap untuk kembali ke kota asal kalian masing-masing.


3.       Bagi kalian yang tidak mau repot-repot untuk liburan tapi tidak mau mengeluarkan biaya yang mahal. Kalian bisa menghubungi Bellotraveler di travel.bello.id. Bellotraveler memiliki pilihan paket yang bisa disesuaikan dengan budget liburan yang kalian miliki. Jadi kalian tidak perlu repot-repot mengurus tiket, membuat itinerary, membooking penginapan sampai menyetir kendaraan berjam-jam karena semuanya sudah disediakan oleh bellotraveler. So tunggu apa lagi, Selamat berlibur! J

Rabu, 06 September 2017

Lima Sutradara Muda Indonesia di Festival Film Internasional



Beberapa tahun belakangan ini beberapa film indonesia berhasil menembus festival film bergengsi seperti Cannes, Berlin, dan Venice. Suatu hal yang sangat membanggakan industri perfilman kita saat ini. Di antara film itu ada film-film yang dibuat oleh sineas yang usia nya masih muda dibawah tiga puluh tahun. Dan berikut profil singkat dari para sineas muda tersebut. 

1.       Aditya Ahmad



Sutradara muda kelahiran Makassar 1989 ini merupakan lulusan sinematografi Institut Kesenian Makassar. Film pendek nya yang berjudul “Sepatu Baru” Sukses meraih special mention award Generation Kplus dari Berlin Film Festival di tahun 2013.

2.       Loeloe Hendra


Pria asal Jogjakarta ini telah beberapa kali menjadi asisten sutradara untuk film-film Garin Nugroho. Di tahun 2014 Film pendeknya yang berjudul Onomastika berhasil masuk Berlin Film Festival di program Generation Kplus. Tak hanya itu saja Film Onomastika juga meraih penghargaan Piala Citra dari Festival Film Indonesia untuk Film pendek terbaik di tahun 2015.

3.       Jason Iskandar



Aktif membuat film sejak SMA, Jason saat ini telah memiliki production housenya sendiri yaitu Antelope Films. Film-film pendek buatan Jason telah menembus beberapa Festival film di luar negeri diantaranya Singapore Film Festival, Busan Film festival dan Shot Short Asia Tokyo, Jepang.

4.       Monica Vanessa Tedja



Hanya sedikit sineas muda perempuan dari Indonesia yang berhasil menembus festival film. Dan salah satunya adalah Monica Tedja. Film-filmnya seperti Flower and the bee, Konseptor Kamuflase, Sleep Tight Maria dan A Wonderful Christmas telah menembus festival film luar negeri macam Scream Queen Film Festival di Jepang dan Clermont-Ferand Film Festival di Perancis. 

5.       Wregas Bhanutedja




Tentu akan tidak lengkap jika kita tidak membahas sineas yang satu ini. Di usianya yang baru menginjak 24 tahun. Wregas telah membuat film-film pendek yang berhasil menembus Berlin Film Festival, Hongkong Film Festival, Melbourne Film Festival dan terakhir Cannes film festival. Untuk film pendek terakhirnya Prendjak, Wregas berhasil berhasil meraih Best Short Film Untuk program Critik Week di Cannes Film Festival di tahun 2015. Dengan pencapaian ini berarti pula bahwa untuk pertama kalinya film Indonesia meraih penghargaan di Cannes Film Festival. Setelah sebelumnya sutradara senior Garin Nugroho berhasil masuk program Uncertain Regard lewat dua filmnya Daun di atas bantal dan Serambi di periode tahun 1990an. 

Sabtu, 17 September 2016

Rapat dan Liburan Gratis ke Belitung

Dua minggu kemarin saya mengikuti rapat kerja kantor sekalian jalan-jalan gratis di Belitung. Kita berangkat dari terminal 2F Soekarno hatta jam 06.20 wib dengan menggunakan pesawat Sriwijaya. Jujur ini pertama kalinya saya nyoba Sriwijaya hehe. Saya agak ragu menggunakan maskapai pesawat ini karena jarang banget liat promo nya di tv atau di media lainnya, jadi saya kirain ini awalnya maskapai abal-abal.


Tapi ternyata saya salah! Ternyata pesawat nya bagus masih mulus, masuk ke pesawatnya pake garbarata, kaca-kacanya bersih jadi bisa moto-moto ke pemandangan di luar pesawat. Ga kayak singa air kacanya kotor pas moto, gambarnya bonus effect debu semua di kaca. Sebelum pesawat take off ada ritual doa bersama jadi pilotnya baca doa bersama gitu. Dan pas udah take off semua penumpang dapet roti sama aqua gratis, mayan banget lah ini buat traveler kere yang belum nyarap kek saya hehehe. Durasi perjalanan Jakarta - Belitung sekitar 50 menit, ga berasa banget lah pokoknya. Baru baca 3 artikel majalah sama moto-moto bentar tau-tau udah nyampe.


Sesampainya di bandara H. A. S. Hanandjoeddin kita dijemput pake bus yang udah disiapin Bello Traveler, vendor tour and travel kita selama di Belitung. Objek wisata yang kita kunjungi pertama adalah danau kaolin. Danau kaolin adalah danau bekas penambangan tembaga. Dan asal kalian tau nih ya tembaga dari Belitung adalah tembaga yang terbaik di dunia karena sering digunakan untuk bahan dasar mesin dalam handphone keren yang kalian gunakan.


Habis dari danau kaolin kita menuju toko kelapa untuk beli oleh-oleh. Abis beli oleh-oleh kita lanjut check in di BW suite hotel. Sesampainya di kamar hotel, saya sempetin ngedit video farewell untuk pak rachmat. Kameramen senior di tempat saya kerja yang bentar lagi pensiun. Abis ngedit video, kita semua ikut rapat di ruang tanjung pandan. Sorenya saya liat-liat pemandangan di depan restaurant hotel yang menghadap laut. Keren banget lah pokoknya view disini apalagi kalo airnya udah mulai pasang, hotelnya jadi keliatan kayak ngapung gitu.


Malamnya kita semua rapat lagi tapi sebelum rapat saya beli koyo cabe dulu di warung samping hotel. Pas mau beli koyo saya liat ada iring-iringan voorijder dan beberapa staf hotel nungguin di luar, saya kira ada menteri dateng ternyata kata mas-mas hotel ada mayjen dateng. Buset di daerah kek gini bintang dua udah kayak menteri ya sambutannya hehe. Kelar beli koyo saya lanjut ikut rapat dan dari luar ruang rapat saya liat mas ardi manggil saya supaya buruan karena file video pak rachmat udah mau diputer dan file nya masih di saya hahahahaha.




Saya masuk ruangan, pak rachmat lagi sharing pengalaman videografi nya. Selesai dia ngomong mas ardi pun memutar video yang udah saya edit. Muka nya sih keliatan terharu sambil sesekali dia ketawa liat komentar anak-anak kantor yang lucu-lucu hehe. Malam itu pun ditutup dengan sesi foto bersama kemudian kembali ke kamar masing-masing.

 Hari Kedua

Pagi-pagi sekitar jam 8an kita semua udah pada sarapan dan siap untuk island hoping. Jam 9 pagi kita udah sampai di tanjung kelayang untuk naik kapal untuk keeling pulau di sekitar belitung. Obyek pertama yang kita kunjungi adalah batu garuda. Disini kita ga turun dari kapal cuma foto-foto si batu dari atas kapal. Lanjut ke obyek berikutnya  batu berlayar disini kita bisa turun dari kapal dan foto-foto dengan background batu-batu gede di pulaunya.


Abis dari sini kita ke pulau yg ga tau namanya apa tapi kayak pasir putih di tengah laut gitu terus foto bareng sama bintang laut yang katanya ga boleh dipegang lama-lama karna bisa mati. Udah puas foto sama bintang laut kita lanjut ke pulau Lengkuas.


Di sini kita bisa naik ke mercusuar setinggi 18 tingkat. Sebelum masuk kita harus bayar retribusi sebesar lima ribu rupiah. Di mercusuar kita bisa menikmati keindahan laut dan pantai belitung dari lantai 18.




Kelar liat-liat pulau lengkuas kita lanjut Snorkeling. Nah ini nih yang paling saya suka dari snorkeling di laut Belitung tuh ombaknya ga sekenceng pas saya snorkeling di gili trawangan dan ikannya jauh lebih banyak daripada pulau seribu dan ga ada bulu babi  kayak di phi-phi island. Jadi snorkeling di Belitung enak banget dah buat yang ga jago-jago amat berenang tapi pengen nikmatin pemandangan bawah laut.


Kelar snorkeling kita lanjut makan siang di pulau kepayang. Kelar makan siang rombongan diajak untuk melihat penangkaran penyu tapi karena saya udah sering liat penangkaran penyu. Saya memilih untuk lanjut berenang di pantai pulau kepayang. Airnya anget, ombaknya pelan dan dasar pantainya ga dalem. Asoooy hehehe.


Ga terasa jam udah menunjukan pukul 15.10 dan saya baru inget harus nguber pesawat jam 16.20 karena abang kandung saya married besok. Nisa temen saya yang juga ownernya bello traveler juga langsung panik dan segera mengarahkan saya ke salah satu kapal untuk mengantar saya kembali ke tanjung kelayang. Saat di perjalanan balik ke tanjung kelayang ternyata ombak sudah lumayan kencang ditambah lagi isi kapal yang cuma 3 orang makin berasa goncangannya.


Sesampainya di tanjung kelayang saya langsung dijemput mas-mas temannya nisa untuk nganter saya ke bandara. Jarak yang ditempuh dari tanjung kelayang ke bandara ternyata lebih dari 20 km. Jantung saya dagdigdug melihat jam yang sudah menunjukan pukul 15.40. Dengan kecepatan 100km/jam dan sesekali menghantam jalanan yang berlubang. Akhirnya saya sampai di bandara pukul 16.15!. Dengan muka yang sudah lemas saya pamit ke mas-mas yang nganter. Sambil menunjukan gestur santainya dia bilang pesawatnya delay kok tenang aja.


Rupanya dengan posisi bandara yang tak terlalu luas kita bisa melihat dari luar pesawat sebesar boeing 737-800 Sriwijaya air belum terparkir disana. Dalam kondisi badan yang masih berlumuran pasir pantai saya pun masih diperbolehkan check in karena pesawat delay sampai jam 17.00. Terima kasih Belitung untuk perjalanan yang tidak terlupakan ini. Semoga suatu saat saya bisa kembali datang dan menikmati pemandangan lautnya. :) 

Senin, 20 Juli 2015

Jalan - Jalan ke Cirebon di Akhir Pekan

Tepat bulan ini udah hampir  1 tahun 6 bulan saya ga pernah lagi ngerasain yang namanya traveling. Semuanya dikarenakan masa - masa sulit yang saya lalui tahun kemarin tanpa pekerjaan a.k.a Jobless. Namun setelah awal tahun ini kembali kerja. Pundi - pundi  tabungan pun bertambah lagi. Semangat untuk traveling pun muncul kembali (Yiaay!). Awalnya sempat bingung kota mana yang akan saya kunjungi karena beberapa tanggal merah telah terlewat. Karena saya berencana liburan 2 hari saat weekend. Saya mengoogling kota-kota yang dekat dengan Jakarta namun tetap menarik untuk dikunjungi karena objek wisatanya yang banyak dan menarik. Akhirnya pilihan saya jatuh ke kota Cirebon.



Pukul 09.30 saya tiba di stasiun gambir dan saya segera membeli tiket cirebon ekspress di loket seharga 130 ribu. Kereta berangkat pukul  10.00 dan sekitar jam satu siang saya telah tiba di kota udang ini. Sesampainya di stasiun saya segera mencari penginapan untuk menginap di selama satu malam saja. Setelah mondar mandir nanya harga penginapan di sekitar jalan siliwangi. Saya akhirnya memilih Cord*va hotel dengan tarif 80 ribu per malam.



Setelah mendapat penginapan saya segera mencari ojek untuk pergi menuju gua Sunyaragi. Setelah tawar menawar saya mendapat harga sekitar 20 ribu. Sesampainya di gua sunyaragi saya membeli tiket masuk seharga  10 ribu. Gua sunyaragi adalah tempat para pembesar keraton dan prajurit keraton bertapa. Gua ini dibangun sekitar tahun 1720. Setelah saya masuk dan melihat-lihat. Sebenarnya gua ini keren banget karena terbuat dari bebatuan karang  dan di dalamnya terdapat kamar-kamar untuk semedi. 








Yang lebih seru lagi masuk ke bagian dalam bangunan seperti masuk ke labirin karena harus melewati lorong-lorong kecil yang membuat saya berputar-putar mengelilingi bangunan. Namun ada beberapa hal yang saya sayangkan dari gua ini minimnya informasi sejarah di sekitar gua membuat gua ini hanya tempat untuk sekedar duduk-duduk dan main petasan anak-anak desa sekitar komplek gua suryanyagi di sore hari.



Patung Garuda dililit ular

Balik dari gua suryanyagi saya menuju Grage Mall dengan angkot 06. Sesampainya di grage mall perhatian saya tertuju pada beragam tempat makan yang berjejer di depannya. Saya pun memilih untuk makan Nasi Jamblang makanan khas cirebon. Jujur menurut saya sih rasanya ga istimewa amat hahahaha. Kecuali penampilannya yang tampak seperti nasi rames tapi dialasi dengan daun jati. Perut sudah kenyang saya pun kembali ke hotel kali ini saya memilih untuk berjalan kaki karena ingin sekalian melihat alun-alun kota cirebon.

Sesampainya di hotel saya pun beristirahat sebentar di dengan selonjoran di kasur. Saat sedang asyik melihat social media di henpon, tiba-tiba saya mendengar pintu kamar saya seperti diketuk. Ahh paling cuman orang iseng dari kamar sebelah pikir saya kemudian saya mencharge henpon saya dan lanjut mandi. Setelah selesai mandi saya membereskan barang-barang saya yang berantakan di kamar. Saat lagi beres-beres suara ketukan pintu terdengar lagi, saya pun melihat jendela dan tidak terlihat siapa-siapa di situ. Jeng Jeng Jeng suasana pun menjadi horor, pikiran saya langsung terisi adegan-adegan seram yang ada di film Insidious. Sambil memasukan semua barang-barang ke dalam tas dan diiringi suara ketukan pintu, saya pun memutuskan check out dari situ.

Keluar dari hotel horror saya memandangi penampakan hotel-hotel yang ada di jalan siliwangi. Wah sama aja, remang-remang horror semua disitu kecuali satu hotel grup koran besar yang terang benderang tapi sayang tarifnya kurang cocok bagi kantong saya alias kemahalan. Saya pun berjalan ke arah stasiun yang tampak ramai masih banyak orang yang mengobrol di warung-warung makan disitu. Sesekali saya keluar masuk penginapan di sekitar stasiun. Malam itu saya memilih tidur di  hotel permata dekat stasiun karena lingkungan yang lebih ramai dan kamar yang lebih nyaman.

Hari Kedua

Pagi-pagi sekitar jam 8 saya check out dan bergegas menuju keraton kasepuhan. Dari jalan siliwangi saya naik angkot 05 yang turun di pasar kauman. Sesampainya di pasar kauman saya menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh khas cirebon. Dari pasar kauman saya berjalan kaki menuju Keraton Kasepuhan. Untuk masuk ke dalam keraton kasepuhan pengunjung diwajibkan membayar tiket 20 ribu rupiah. 




Keraton Kasepuhan adalah tempat para pendiri cirebon bertahta, disinilah pusat pemerintahan kasultanan Cirebon berdiri sejak tahun 1452. Sampai sekarang pun beberapa keluarga keraton masih tinggal di situ. Yang paling menarik buat saya di keraton kasepuhan adalah lukisan prabu siliwangi yang terlihat seperti memandangi orang-orang dari berbagai arah. Selain itu kereta kuda kencana sunan gunung jati dan keramik-keramik tentang kehidupan nabi nuh yang menempel di hampir setiap dinding keraton juga mencuri perhatian saya.

Kereta Kencana Sunan Gunung Jati

Lukisan Prabu Siliwangi

Keramik di dinding keraton

Puas mengelilingi keraton kasepuhan saya pun melanjutkan perjalanan menuju Taman ade irma suryani. Taman ade irma suryani  ini merupakan taman rekreasi bagi warga cirebon yang letaknya tidak jauh dari pelabuhan cirebon. Sesampainya di taman ade irma suryani  saya rada kecewa karena ternyata taman rekreasi ini sedang direnovasi besar-besaran. Tiket masuk ke tempat ini adalah 50 ribu rupiah per orang. Menurut saya tempat ini cukup worth it karena sambil bermain di wahana-wahananya kita bisa melihat keindahan laut jawa yang jauh lebih bersih daripada anc*l hehe. Jam sudah menunjukan pukul 11.30 saya pun bergegas menuju stasiun karena kereta saya akan berangkat pukul 12.30. Sesampainya di stasiun ternyata masih tersisa waktu sekitar 40 menit. Saya pun melipir sebentar ke warung depan stasiun untuk menikmati empal gentong dan empal asem sebelum kembali ke Jakarta. Tepat pukul 12.30 kereta argo jati siap meluncur ke ibukota jakarta, terima kasih buat 2 hari yang seru ini Cirebon, Matur Nuhun!.

Kesimpulan

Untuk menghemat budget penginapan, sebenarnya kota Cirebon bisa di eksplore dalam satu hari saja. Caranya dengan naik kereta cirebon ekspres yang paling pagi jam 06.00 wib dan pulang dengan kereta tegal bahari  jam 18.30 wib. Selain itu jarak antar semua objek wisata nya cukup dekat hanya sekitar 30 menit dengan angkutan umum dan masih berada di dalam kota. Jadi ga ada salahnya kalian berlibur ke kota ini saat libur satu hari atau weekend, Selamat berlibur!


Senin, 09 September 2013

Backpacking ke Bali Ronde 2


    Apa kabar sob? Hehe gue mau cerita lagi ni soal trip gue yang dadakan ke Bali Agustus ini. Awalnya gue ga terlalu minat jalan2 pas bulan Agustus karena tiket lagi mahal2nya mendekati Lebaran. Sampai pada akhirnya rezeki datang bertubi2 dr Gaji ke 13 yg mengejutkan dicombo dengan THR yang full satu bulan gaji masuk ke rekening, maka tergoda lah diriku untuk traveling di bulan Agustus.  Pencarian tiket pesawat pun dimulai, kepala sempet pening liat harga tiket Pulang-Pergi (PP) Denpasar yang berkisar antara 1,5 sampe 2,5 juta Rupiah males juga ngabisin duit segitu cuma buat tiket hehe.  Akhirnya gue menemukan tiket promo Lion  1,1 juta PP yang gue beli lewat travel langganan deket rumah (agak horror si maskapainya haha). Sebenernya bisa dpt tiket lebih murah karena ada yang 800an ribu PP tapi jam berangkatnya kalo ga jam 5 pagi ya jam 11 malem, ogah! Haha Serem bray! :p.


4 Agustus 2013 ( Day 1)

  Jam 6 sore gue sampai di Bandara Ngurah Rai Denpasar. Berbekal info dari Maya temen sekantor  orang Bali yg bilang Jarak bandara ke jalan raya ga jauh skitar 100 M maka gue lanjut berjalan kaki menuju jalan raya. Ternyata gue salah jalan teman2, udah jalan 100 M lebih ga nyampe2  harusnya  gue ke kiri bandara bukan ke kanan yang mengarah ke Sanur tapi untungnya ada tukang ojek  illegal yg nyamperin gue jadi ga perlu repot2 lagi jalan balik ke pangkalan ojek hehe. Bersama si kang ojek gue menuju ke alamat penginapan murah yg gue catet dari hostelworld.com. 





  Begitu gue nyampe penginapan pertama di popies lane gue kaget! kenapa? karena ternyata cewek2 bulenya banyak bgt yg lucu! mirip Scarlett Johanson! Hahahaha *self toyor*.  Tapi bukan itu deh alasan gue kaget  tapi  karena harga hostelnya rata2 dua sampai tiga kali lebih MAHAL dari harga di hostelworlddotcom.  Sekedar tips aja nih kalo emang lo mao ke Bali mendingan lo booking hostel online aja karena ternyata harga yang ada di website online itu harga promo semua jadi lo udah pasti untung karena bisa dapat harga yg jauh lbh murah dari biasanya. Selain itu lo jg lebih aman mengenai ketersediaan kamar. Ok lanjut lagi karena  udah lemes denger harga di ketiga penginapan yang ada di catatan gue akhirnya kita menuju lokasi hostel trakhir di jl Imam Bonjol yaitu eco living hostel tapi sialnya kita berdua kayaknya kelewatan dan karena udah males balik lagi akhirnya gue memilih nginep di sebuah losmen yang gue liat di sekitar jl Imam Bonjol no 105. Ajaibnya  gue bisa dapet harga 60 ribu permalem disini hehehe.



Losmen Murmer :D




5 Agustus 2013 (DAY 2)

  Bangun tidur sekitar jam 9 Pagi gue lanjut mandi dan lets go dengan angkot mobil colt gitu sampe pertigaan kuta, bayarnya  5 ribu rupiah. Berhubung laper dan masih ujan akhirnya gue masuk warung padang sekitar situ skalian neduh dan sarapan. Setelah hujan reda gue menuju jalan legian karena disitu buanyak banget tempat penyewaan motor. Dari motor matic sampe motor sekelas CBR ada disitu berjejer di sepanjang jalan legian dan harga sewanya variatif. Karena gue cekak akhirnya gue nyewa Vario untuk 3 hari dengan tarif 45 ribu sehari di komang rental depan legian cafĂ©. 

Pantai Kuta
   Setelah dapet motor gue langsung menuju Pantai Kuta. Di Kuta selain liat bule2 lucu, gue foto2 pemandangan dan jalan kaki nyusurin garis pantai dengan telanjang kaki. Pantainya rada kotor walau ga banyak sampah kayak ancol tapi gue ga terlalu minat buat berenang dan nyemplung disitu haha. Abis dari Kuta gue janjian ketemuan sama Maya di JCO Denpasar Junction. 


Guguk berenang
  Berbekal dari info nanya2 orang dengan tampang melas akhirnya gue sampe di JCO Denpasar junction. Gue mikir tempatnya bakal segede Cibubur junction karena sama2 pake nama junction ternyata kagak hehe. Cuma kayak sepetak komplek ruko gitu ternyata. Sekitar jam 5 an dengan wajah yg penuh belas kasih akhirnya gue bertemu Maya di JCO. Pas di JCO Maya lagi sama pacarnya Wira dan adik sepupunya yg lagi les privat sama Wira. Selama disitu gue ngobrol sama Maya dan Wira mengenai rencana tujuan wisata gue. Daerah Inceran gue awalnya Uluwatu, Bedugul, Lovina sama Ubud. Tapi karena tau kalo gue cuma 3 hari akhirnya mereka menyarankan gue untuk ke Uluwatu dulu dan besoknya baru ke Bedugul dan Ubud sementara Lovina tidak terlalu disarankan karena waktu tempuhnya yang lama sekitar 6 jam dengan berkendara motor. Selesai dari JCO kita lanjut makan sore di Babi Guling Candra yang kata Maya paling enak se Denpasar. Seporsi Babi Guling Candra plus minum es kelapa harganya 35 ribu saja dan gw suka banget sate babinya! Enak!.


Babi Guling Candra di Denpasar
6 Agustus (Day 3)

  Jam 10 Pagi gue janjian sama Wira buat naek motor ke Uluwatu bareng2 tapi sebelumnya kita jemput Maya di rumahnya. Di rumah Maya akhirnya gue ketemu langsung sama Piko anjing piaraan Maya yang sering banget jd topik pembicaraan di kantor hehe. Anjingnya  lucu, gendut gampang akrab gitu sama gue haha. 

Me and Piko :D
  Abis dari situ kita langsung jalan ke tujuan pertama yaitu  Sanur. Di Sanur kita jalan2, foto2 dan ngemil sejenis bakwan tapi bumbunya bumbu kacang enak gitu. Menurut gue sanur biasa aja cuma daerahnya  lebih sepi, bersih dan lebih elit dari Kuta. Tadinya kita mau makan siang Kepala Ikannya Rumah makan Mak Beng tapi ternyata tempatnya penuh banget, yaudah akhirnya kita makan siang di Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku. 





Nasi Ayam Ibu Mangku


   Udah makan siang kita langsung ke Pura Luhur Uluwatu. Lama perjalanan skitar 1,5 jam dan pas deket2 Pura kita bayar karcis parkir 2 ribu. Masuk pura kita bayar tiket 15 ribu per orang. Pemandangannya mayan keren apalagi pas ngeliat tebing curam disambar ombak laut, keren banget!. Tapi ada horornya di tempat ini yaitu banyaknya monyet liar yang berkeliaran jadi lo harus berhati-hati apalagi kalo make topi or kacamata karena mereka suka banget buat ngambil itu, katanyaa. Abis dari pura luhur kita lanjut ke Blue Point. 


Uluwatu


Yg megang daerah Uluwatu
  Menurut gue Blue Point adalah salah satu pantai yg paling oke dan paling gue cari2 selama ini. Karang2 tinggi lengkap dengan air laut biru bening yang berdebur tidak terlalu deras inilah yg gue sebut sweet escape! :D. Next time gue ke Bali kayaknya gue bakal tetep ke pantai ini semoga masih tetep asik walaupun gue mencium aroma komersialisasi karena mulai banyaknya cafĂ©2 bangunan permanen yang dibuka di antara tebing2 karang. Setelah dari Blue Point kita langsung balik ke Denpasar karena Wira dan Maya mau sembahyang ke pura. Sebenernya mereka sempat nyuruh gue ke pantai2 macam Dreamland dan Padang padang yang kebetulan jaraknya berdekatan dari situ. Tapi gue menolak karena males nyasar2an balik malem2 sementara jalan raya disitu cukup seram karena banyak belokan2 tajam dan tanjakan. Kita pun balik ke Denpasar sekitar jam 6 sore.



Blue point 



7 Agustus 2013 (Day 4)
  
Setelah minum segelas teh manis hangat pagi ini gue langsung bergegas menuju bedugul. Dengan motor matic mio pink unyu gue menempuh Denpasar-Bedugul selama 2,5 jam dan nyampe pukul 12 siang. Oh ya jangan lupa untuk make Jaket karena ternyata daerah bedugul tuh kayak daerah Puncaknya Jakarta dinginn! Brrrr.  Karena udah laper belum sarapan akhirnya gue makan soto dulu di kios yg berjejer depan parkiran  Pura Ulundanu.  Terus abis makan gue salto ke Pura Ulundanu, gak deh hehe beli tiket dulu harganya 10 ribu. 

Pura Ulundanu Bedugul




  Pas masuk ke pura gue seneng banget! Karena akhirnya bisa liat pura yang selama ini gambarnya selalu nongol di kalender di rumah gue sejak kecil! :D awalnya gue seneng banget liat puranya, seneng!.  Sampe akhirnya gue liat sampah2 nongol di sekitar danau beratan. Buat gue buat harga tiket 10 ribu dan pengunjung yang selalu ramai turis local dan asing harusnya mereka bisa menyewa tenaga pekerja buat bersihin sampah sekitar pura secara rutin. Tapi tetep yang lebih ngeselin yaaa orang2 yang tega buang sampah sekitar Pura yang keren ini. 






  Setelah puas liat-liat pura bedugul , gue balik lagi ke Denpasar karena mau check out dan lanjutin jalan ke Ubud. Jam 2 gue nyampe penginapan trus pamit sama bapak. Pas gue keluar losmen  gue sempet papasan sm bule perancis yang mau nanya2 losmen. Gue kasi nomor hape losmennya terus dia bilang ga punya hape. Pas gue nanya lg dia bakal berapa lama stay di Bali dia jawab 2 bulan, jadi 2 bulan tanpa hape gokilll. Udah ngobrol sama si bule gw lanjut ke nusa dua dan ga jadi ke Ubud karena pantat gue udah teriak2 minta istirahat. Dan di pantai nusa dua gue mengistirahatkan badan gue yang udah pegel nyetir skitar 6 jam. 




  Tadinya gue mikir sunset bakal ada dimari ternyata kagak! Hahaha sunsetnya malah nongol dari belakang, arah kuta! Damn!. Tapi gapapa lah bule2nya lebih okeh daripada yang di Kuta :P. 





  Udah puas liat pantai gue jalan ke rumah temen di Waturenggong gang 3 B. Setelah ngiter2 nyasar 1 jam lebih akhirnya sampai lah gue di rumah Maya. Dimari gue numpang nginep semalem aja sampe besok pagi karena kondisi perekenomian yang menipis dan untungnya dibolehin sama bokap nyokapnya Maya yang ramah, baik hati dan murah senyum itu, Horee!.

8 Agustus (Day 5)

  Jam 7 Pagi gue pamit cabut sama Maya dan keluarga bergegas menuju Legian buat balikin motor dan lanjut ke bandara nguber check in pesawat balik jam 8.50 WITA. Gue nyampe Legian  jam 7.50 tapi sialnya si pemilik rental belum bangun padahal gue masi harus nguber check in. Terus gue mutusin nanya2 sama bapak2 sekitar rental doi dan akhirnya nitip motor rental ke mereka. Sekedar tips nih lain kali kalo mau balikin motor sewaan dan jadwal pesawat lo pagi. Mending balikin motor malem sebelumnya deh daripada tiket pesawat lo angus gara2 beginian. Jam 8.20 gue nyampe bandara dengan perasaan udah pasrah kalo ga dapet tiket karena telat. Begitu gue nyampe tempat check in abis lari2 di bandara baru yang besar ini ternyata jadwal pesawat gue berangkat jam 9.50 WITA Puji Tuhan!. 




  Abis nuker tiket gue nyari oleh2 titipan temen kantor bentar trus masuk pesawat deh. Dan sekitar pukul 12.00 WIB gue nyampe di Jakarta, liburan gw pun berakhir dengan manis. Matur Suksma Bali! :”)