Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 September 2017

Lima Sutradara Muda Indonesia di Festival Film Internasional



Beberapa tahun belakangan ini beberapa film indonesia berhasil menembus festival film bergengsi seperti Cannes, Berlin, dan Venice. Suatu hal yang sangat membanggakan industri perfilman kita saat ini. Di antara film itu ada film-film yang dibuat oleh sineas yang usia nya masih muda dibawah tiga puluh tahun. Dan berikut profil singkat dari para sineas muda tersebut. 

1.       Aditya Ahmad



Sutradara muda kelahiran Makassar 1989 ini merupakan lulusan sinematografi Institut Kesenian Makassar. Film pendek nya yang berjudul “Sepatu Baru” Sukses meraih special mention award Generation Kplus dari Berlin Film Festival di tahun 2013.

2.       Loeloe Hendra


Pria asal Jogjakarta ini telah beberapa kali menjadi asisten sutradara untuk film-film Garin Nugroho. Di tahun 2014 Film pendeknya yang berjudul Onomastika berhasil masuk Berlin Film Festival di program Generation Kplus. Tak hanya itu saja Film Onomastika juga meraih penghargaan Piala Citra dari Festival Film Indonesia untuk Film pendek terbaik di tahun 2015.

3.       Jason Iskandar



Aktif membuat film sejak SMA, Jason saat ini telah memiliki production housenya sendiri yaitu Antelope Films. Film-film pendek buatan Jason telah menembus beberapa Festival film di luar negeri diantaranya Singapore Film Festival, Busan Film festival dan Shot Short Asia Tokyo, Jepang.

4.       Monica Vanessa Tedja



Hanya sedikit sineas muda perempuan dari Indonesia yang berhasil menembus festival film. Dan salah satunya adalah Monica Tedja. Film-filmnya seperti Flower and the bee, Konseptor Kamuflase, Sleep Tight Maria dan A Wonderful Christmas telah menembus festival film luar negeri macam Scream Queen Film Festival di Jepang dan Clermont-Ferand Film Festival di Perancis. 

5.       Wregas Bhanutedja




Tentu akan tidak lengkap jika kita tidak membahas sineas yang satu ini. Di usianya yang baru menginjak 24 tahun. Wregas telah membuat film-film pendek yang berhasil menembus Berlin Film Festival, Hongkong Film Festival, Melbourne Film Festival dan terakhir Cannes film festival. Untuk film pendek terakhirnya Prendjak, Wregas berhasil berhasil meraih Best Short Film Untuk program Critik Week di Cannes Film Festival di tahun 2015. Dengan pencapaian ini berarti pula bahwa untuk pertama kalinya film Indonesia meraih penghargaan di Cannes Film Festival. Setelah sebelumnya sutradara senior Garin Nugroho berhasil masuk program Uncertain Regard lewat dua filmnya Daun di atas bantal dan Serambi di periode tahun 1990an. 

Sabtu, 05 Januari 2013

5 Film Indonesia Paling Keren Tahun 2012





Artikel yang gue buat kali ini gw dedikasikan untuk para sineas yang menghasilkan karya yang ciamik sepanjang tahun 2012, selamat membaca kawan! :D.


1. Atambua 39 derajat Celcius. 

Dari tahun 2011 begitu gue mendengar kabar bahwa Riri Riza akan bikin film tentang kehidupan masyarakat di Indonesia Timur. Gue sangat excited dengernya, Kenapa? karena jarang bgt film Indonesia yg menceritakan masyarakat atau teman2 kita di timur Indonesia sana. Emang sih udah sineas kayak Ari Sihasale dengan Alenia Picturesnya yg beberapa tahun belakangan fokus membuat film di Indonesia timur. Tapi menurut gw itu masih kurang di banding puluhan film indonesia yang nongol di bisokop tiap tahunnya dan kebanyakan ber setting tentang kehidupan orang-orang di Jakarta. Gw sangat beruntung bisa nonton film ini karena film yang masuk sesi kompetisi Tokyo International Film Festival 2012 ini tayang di bioskop Detos, bioskop favorit gw, hehe. Di sekitar 20 menit awal, banyak diisi visual2 cantik olahan DOP handal Gunnar Nimpuno dan berfokus pada karakter Joao dan Nikia setelah itu baru sosok Ronaldo mulai masuk ke inti cerita. Abis nonton film ini jujur gue jadi ngerasa ketampar mengenai masalah Nasionalisme. Sosok Ronaldo yang hanya seorang supir truk cabutan di Pulau Timor sana ternyata jauh lebih mengerti makna Nasionalisme dan kecintaan pada tanah air dibanding gue anak Jakarta yang ngerasain bener kemajuan pembangunan. Terimakasih Riri Riza.





2. Jakarta Hati. 

Pas denger Salman Aristo ingin buat film omnibus tentang Jakarta jujur gue agak pesimis. Kenapa? karena sebelumnya gue juga udah liat film dia “Jakarta Maghrib”. Dan menurut gue walaupun idenya menarik tapi eksekusinya kurang maksimal terutama dalam pengarahan aktor. Tapi begitu gue akhirnya memutuskan untuk nonton ini (kebetulan abis gajian jd bisa nonton). Gue kasih applause buat doi! Haha ternyata Hasilnya Jauh lebih rapih dan ceritanya asik2 smua. Favorit gw adalah Kabar Baik, gokil actingnya Roy Marten! ceritanya superb!.






3. Lovely Man. 

Dari info yg gue dapet sebenernya Film besutan Tedy Soeriatmaja ini tadinya cuma akan diputar secara terbatas di festival film. Namun ternyata film ini bisa dapet award di festival besar salah satunya Best Actor di Asian Film Festival ngalahin nominator keren lainnya macam Andy Lau, Beuhh!. Gue pun tanpa pikir panjang begitu tau film ini akhirnya tayang di bioskop langsung memutuskan untuk nonton di hari pertama pemutarannya. Sepanjang 76 menit film ini berlangsung gue sangat menikmati dialog-dialog yang mengalir antara sang bapak dan anak. Entah kenapa gw jadi merasa lebih respect kepada teman2 yang bekerja sebagai PSK karena pada dasarnya mereka sama dengan kita sama2 memiliki perasaaan dan hati dalam bersikap. Akting Donny Damara sama Raihanun juga asik banget di film ini. 









4. Soegija


Awal 2012 gue  liat teaser trailer film ini di vimeo dan gue jatuh cinta banget sama tone colournya!. Apalagi pas gue tahu sutradaranya Garin Nugroho maka jangan sampe gue kelewatan film ini di hari pertama tayang. Dan akhirnya gue nonton film ini di Detos karena di kota Depok cuma bioskop ini yang dapat jatah screening  Soegija.  Filmnya keren! Visualnya keren dan akting actor-actor lokal dan bulenya pun keren ga kayak bule2 dablek yang suka nongol di sinetron hehe. Overall ini film yang bagus banget buat liat kondisi Indonesia di zaman kolonial dari sisi seorang Pastur yang humanis. 











5. Cita-citaku setinggi Tanah. 

Ga gampang bikin film yang melibatkan anak-anak, karena gue ngerasain sendiri waktu bikin film pendek “Menunggu Malam”. Tapi di mata gue Eugene Panji bisa melakukan itu dengan sangat baik. Film Cita-citaku setinggi tanah sangat menginspirasi gue dalam menentukan cita-cita dan bgaimana berjuang meraihnya. Film ini bisa memberikan betapa pentingnya sebuah kejujuran tanpa harus menggurui tapi cukup melihat kisah Agus Suryowidodo dalam meraih mimpinya untuk makan di restoran padang. Cita-citaku setinggi tanah, film anak-anak terbaik tahun 2013 menurut gw .














Special Mention


Modus Anomali.


Film thriller yang mayan asik dan seru dari Joko Anwar yang sayangnya menurut gue bukan karya terbaik doi setelah Pintu Terlarang. Tapi tetep wajib tonton.





Mata Tertutup.

Film dari Sutradara legendaris Garin Nugroho yang banyak bercerita mengenai masalah Islam dan fanatisme dalam hal ini kasus NII yang sempet heboh di tahun 2011. Di Film ini gue paling suka yang kisah Jabir pemuda pengangguran yang sayang banget nyokapnya dan masih bimbang akan masa depannya.







Kamis, 02 September 2010

5 Sutradara Indonesia terbaik versi Jeffri Minggar (Periode 2000an)


  Di Indonesia belakangan ini, anak-anak mudanya banyak banget yang antusias mau jadi seorang sutradara di perfilman Indonesia. Bahkan mereka sudah bisa memproduksi Film Pendek disaat mereka SMP atau SMA. Tapi sayangnya diantara mereka masih banyak yang belum tau siapa aja sutradara Indonesia. Kebayang ga mereka dengan bangganya ngaku udah pernah nonton, Laskar Pelangi, Ada apa dengan cinta, Janji Joni, atau Radit dan Jani, tapi begitu ditanya siapa sutradaranya. Kebanyakan mungkin hanya menebak-nebak atau hanya menggeleng-geleng kepala tanda mereka tidak tahu. Karena itu gw membuat daftar sutradara terbaik Indonesia versi gw sendiri tentunya. Kenapa cuma 5?, dan kebanyakan sutradara muda?. Ini dikarenakan setiap gw mo nonton film Indonesia, gw memilih sutradara yang film sebelumnya pernah gw tonton dan sukses bikin gw suka dengan karyanya apalagi kalo ceritanya dekat dengan kehidupan anak muda sehari-hari. Dan karena usahanya untuk membuat film dengan konsep yang berbeda dari film Indonesia kebanyakan. Tapi sebaliknya kalo yang udah pernah gw tonton dan bikin gw kapok keluarin 15- 20 ribu rupiah, gw bakal masukin daftar blacklist gw. Kalo perlu gw ingetin temen gw biar ga nonton film-film buatan mereka, hehehe. Oh ya alasan gw tambahin keterangan Periode 2000an karena Sebelum ini ada banyak banget sutradara legendaris Indonesia seperti Usmar Ismail , Syumanjaya, Wim Umboh, Nya Abbas Akup, Teguh Karya, Asrul Sani, Djadoeg Djajakusuma, dan masih banyak lagi nama-nama lainnya yang mudah-mudahan bisa gw bahas di blog ini suatu saat nanti. Tapi sebelumnya Inilah daftar 5 Sutradara Indonesia terbaik versi Jeffri Minggar.


1. Riri Riza


  Film-film yang dia sutradarai Petualangan Sherina (2000), Eliana Eliana(2002), Gie (2005), Untuk Rena (2005), 3 hari untuk selamanya (2007), Laskar Pelangi (2008) dan terakhir Sang Pemimpi (2009). Kenapa gw pilih dia?. Yah karena semua film yang dia buat udah gw tonton dan gw suka banget!. Gw ngerasa film2 yang dia buat banyak “nyenggol” kehidupan gw sebagai anak muda terutama Film Gie dan 3 hari untuk selamanya. Rumor yang beredar mas Riri lagi mau ngegarap film dari Novel Pramudya Ananta Toer yg judulnya “Bumi Manusia”, wah ga sabar mo liat filmnya karena konon novel Bumi Manusia pernah ditawar oleh Oliver Stone (pemenang Oscar untuk “Platoon” dan “Born on the Fourth of July”) untuk dibikin film tapi ditolak oleh penulisnya karena dia mau orang Indonesia yang membuat filmnya. Sepertinya keinginan Pak Pramoedya Ananta Toer akan terwujud sebentar lagi melalui Sutradara ini.

2. Joko Anwar


  Kalo gw milih sosok ini dikarenakan Film-film yang dibuat Joko Anwar menurut gw  Indonesia banget tapi dikasi bumbu ide-ide yang unik dan brilian. Kondisi masyarakat sosial Indonesia lebih terasa kalo dibandingin sama film-film religi yang katanya tentang Indonesia. Yang lebih lucu ternyata dia lulusan jurusan Teknik Penerbangan ITB, wow! Padahal gw awalnya curiga dia lulusan sekolah film luar, hehe. Film- film dia (baru) ada 3 yaitu Janji Joni (2005) , Kala (2007), Pintu terlarang (2009) ini belum termasuk film-film yg dia tulis scriptnya tapi yang direct orang lain seperti Arisan (2003), Jakarta Under cover (2007) Quickie express (2007) dan Fiksi (2008).

3. Upi Avianto


  Dia sutradara perempuan yang paling gw kagumi di Indonesia. Film pertama dia “30 hari mencari cinta” adalah film Indonesia pertama yang gw tonton di bioskop. Dia berhasil meyakinkan gw untuk mengeluarkan 15-20 ribu rupiah untuk menonton film-film dia berikutnya. Yang gw suka dari filmnya karena dia berhasil menciptakan dunia anak muda sesungguhnya di film-filmnya. Beda banget sama amanat pemerintah (yg pernah gw baca di koran-koran) bahwa film Indonesia harus mencerminkan budaya Indonesia dan mengandung pesan moral,,hehe. Film-film yg pernah dibuat, 30 hari mencari cinta (2004), Realita, cinta dan rock'n roll (2006), Radit & Jani (2008), Serigala Terakhir (2009), Red Cobex (2010).

4. Rudi Sujarwo


  Sebenernya gw suka banget ni sutradara tapi gatau kenapa karya-karyanya yang terakhir kualitasnya cenderung menurun. Yang gw suka dari dia karena semangat Independen dalam membuat film yang menginspirasi gw sebagai filmmaker pemula untuk tetap berkarya dengan keterbatasan yang gw hadapi. Film Indienya seperti Bintang Jatuh dan Tragedi membuat gw pede membuat film pendek berbekal Handycam, Komputer celeron dan kaset mini dv 20 ribu. Total film dia ada 18 tapi mungkin gw cuma sebut yang terbaiknya versi gw aja seperti Ada apa dengan cinta (2002), Mengejar Matahari (2004), Tentang dia (2005), 9 Naga (2006), Pocong (2006),Mendadak dangdut (2006), Kambing Jantan (2009).

5. Hanung Bramantyo


  Setelah gw menonton Sang Pencerah, Menebus Impian, Perempuan Berkalung Sorban dan Tanda tanya dalam beberapa bulan terakhir dengan ini saya Jeffri Minggar, Mengakui membuat kesalahan besar dengan tidak memasukan nama filmmaker yang satu ini ke dalam daftar 5 sutradara terbaik. Sebenernya gw sempet ragu sama kualitas Hanung setelah melihat film Lentera Merah sama Get Married yang menurut gw terlalu berdamai dengan arus mainstream sehingga gw ga melihat “keakuannya” dari kedua fim itu. Kedua film itu cenderung dibuat sebagai film hiburan belaka. Tapi setelah gw melihat 1 film biopic, 1 film tentang MLM, dan 1 film religi. Yang gobloknya gw baru tonton belakangan ini (setelah nulis artikel 5 sutradara terbaik). Gw ngerasa Hanung sangat menguasai tema2 film yang terakhir gw tonton itu. Terutama konflik sebagai warga dengan kelas menengah dimana masalah ekonomi,budaya dan agama bukan hanya tempelan dalam film tapi juga memberi sudut pandangnya pribadi ke dalam film-film itu. Sekarang Alumnus IKJ ini sedang sibuk untuk proyek film "Dapunta" dan film pertamanya yang bertema sepakbola "Tendangan Dari Langit" yang kemungkinan rilis menjelang Lebaran. Dua jempol untuk Hanung.


  Oke demikianlah daftar 5 Sutradara terbaik versi gw Jeffri Minggar,hehe,sebenernya masih ada banyak nama-nama sutradara yang membuat film yang sangat bagus (bagus karena kualitas bukan box office). Cuman biasanya mereka agak kurang produktif mungkin dikarenakan mencari dana dalam membuat film yang berkualitas sangat sulit di Indonesia. Mudah-mudahan daftar yang gw buat bisa jadi gambaran buat menonton film Indonesia yang berkualitas di bioskop-bioskop terdekat kesayangan anda,,hehe. Akhir kata gw mo bilang, Hidup Perfilman Indonesia!!! :D