Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juli 2015

Jalan - Jalan ke Cirebon di Akhir Pekan

Tepat bulan ini udah hampir  1 tahun 6 bulan saya ga pernah lagi ngerasain yang namanya traveling. Semuanya dikarenakan masa - masa sulit yang saya lalui tahun kemarin tanpa pekerjaan a.k.a Jobless. Namun setelah awal tahun ini kembali kerja. Pundi - pundi  tabungan pun bertambah lagi. Semangat untuk traveling pun muncul kembali (Yiaay!). Awalnya sempat bingung kota mana yang akan saya kunjungi karena beberapa tanggal merah telah terlewat. Karena saya berencana liburan 2 hari saat weekend. Saya mengoogling kota-kota yang dekat dengan Jakarta namun tetap menarik untuk dikunjungi karena objek wisatanya yang banyak dan menarik. Akhirnya pilihan saya jatuh ke kota Cirebon.



Pukul 09.30 saya tiba di stasiun gambir dan saya segera membeli tiket cirebon ekspress di loket seharga 130 ribu. Kereta berangkat pukul  10.00 dan sekitar jam satu siang saya telah tiba di kota udang ini. Sesampainya di stasiun saya segera mencari penginapan untuk menginap di selama satu malam saja. Setelah mondar mandir nanya harga penginapan di sekitar jalan siliwangi. Saya akhirnya memilih Cord*va hotel dengan tarif 80 ribu per malam.



Setelah mendapat penginapan saya segera mencari ojek untuk pergi menuju gua Sunyaragi. Setelah tawar menawar saya mendapat harga sekitar 20 ribu. Sesampainya di gua sunyaragi saya membeli tiket masuk seharga  10 ribu. Gua sunyaragi adalah tempat para pembesar keraton dan prajurit keraton bertapa. Gua ini dibangun sekitar tahun 1720. Setelah saya masuk dan melihat-lihat. Sebenarnya gua ini keren banget karena terbuat dari bebatuan karang  dan di dalamnya terdapat kamar-kamar untuk semedi. 








Yang lebih seru lagi masuk ke bagian dalam bangunan seperti masuk ke labirin karena harus melewati lorong-lorong kecil yang membuat saya berputar-putar mengelilingi bangunan. Namun ada beberapa hal yang saya sayangkan dari gua ini minimnya informasi sejarah di sekitar gua membuat gua ini hanya tempat untuk sekedar duduk-duduk dan main petasan anak-anak desa sekitar komplek gua suryanyagi di sore hari.



Patung Garuda dililit ular

Balik dari gua suryanyagi saya menuju Grage Mall dengan angkot 06. Sesampainya di grage mall perhatian saya tertuju pada beragam tempat makan yang berjejer di depannya. Saya pun memilih untuk makan Nasi Jamblang makanan khas cirebon. Jujur menurut saya sih rasanya ga istimewa amat hahahaha. Kecuali penampilannya yang tampak seperti nasi rames tapi dialasi dengan daun jati. Perut sudah kenyang saya pun kembali ke hotel kali ini saya memilih untuk berjalan kaki karena ingin sekalian melihat alun-alun kota cirebon.

Sesampainya di hotel saya pun beristirahat sebentar di dengan selonjoran di kasur. Saat sedang asyik melihat social media di henpon, tiba-tiba saya mendengar pintu kamar saya seperti diketuk. Ahh paling cuman orang iseng dari kamar sebelah pikir saya kemudian saya mencharge henpon saya dan lanjut mandi. Setelah selesai mandi saya membereskan barang-barang saya yang berantakan di kamar. Saat lagi beres-beres suara ketukan pintu terdengar lagi, saya pun melihat jendela dan tidak terlihat siapa-siapa di situ. Jeng Jeng Jeng suasana pun menjadi horor, pikiran saya langsung terisi adegan-adegan seram yang ada di film Insidious. Sambil memasukan semua barang-barang ke dalam tas dan diiringi suara ketukan pintu, saya pun memutuskan check out dari situ.

Keluar dari hotel horror saya memandangi penampakan hotel-hotel yang ada di jalan siliwangi. Wah sama aja, remang-remang horror semua disitu kecuali satu hotel grup koran besar yang terang benderang tapi sayang tarifnya kurang cocok bagi kantong saya alias kemahalan. Saya pun berjalan ke arah stasiun yang tampak ramai masih banyak orang yang mengobrol di warung-warung makan disitu. Sesekali saya keluar masuk penginapan di sekitar stasiun. Malam itu saya memilih tidur di  hotel permata dekat stasiun karena lingkungan yang lebih ramai dan kamar yang lebih nyaman.

Hari Kedua

Pagi-pagi sekitar jam 8 saya check out dan bergegas menuju keraton kasepuhan. Dari jalan siliwangi saya naik angkot 05 yang turun di pasar kauman. Sesampainya di pasar kauman saya menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh khas cirebon. Dari pasar kauman saya berjalan kaki menuju Keraton Kasepuhan. Untuk masuk ke dalam keraton kasepuhan pengunjung diwajibkan membayar tiket 20 ribu rupiah. 




Keraton Kasepuhan adalah tempat para pendiri cirebon bertahta, disinilah pusat pemerintahan kasultanan Cirebon berdiri sejak tahun 1452. Sampai sekarang pun beberapa keluarga keraton masih tinggal di situ. Yang paling menarik buat saya di keraton kasepuhan adalah lukisan prabu siliwangi yang terlihat seperti memandangi orang-orang dari berbagai arah. Selain itu kereta kuda kencana sunan gunung jati dan keramik-keramik tentang kehidupan nabi nuh yang menempel di hampir setiap dinding keraton juga mencuri perhatian saya.

Kereta Kencana Sunan Gunung Jati

Lukisan Prabu Siliwangi

Keramik di dinding keraton

Puas mengelilingi keraton kasepuhan saya pun melanjutkan perjalanan menuju Taman ade irma suryani. Taman ade irma suryani  ini merupakan taman rekreasi bagi warga cirebon yang letaknya tidak jauh dari pelabuhan cirebon. Sesampainya di taman ade irma suryani  saya rada kecewa karena ternyata taman rekreasi ini sedang direnovasi besar-besaran. Tiket masuk ke tempat ini adalah 50 ribu rupiah per orang. Menurut saya tempat ini cukup worth it karena sambil bermain di wahana-wahananya kita bisa melihat keindahan laut jawa yang jauh lebih bersih daripada anc*l hehe. Jam sudah menunjukan pukul 11.30 saya pun bergegas menuju stasiun karena kereta saya akan berangkat pukul 12.30. Sesampainya di stasiun ternyata masih tersisa waktu sekitar 40 menit. Saya pun melipir sebentar ke warung depan stasiun untuk menikmati empal gentong dan empal asem sebelum kembali ke Jakarta. Tepat pukul 12.30 kereta argo jati siap meluncur ke ibukota jakarta, terima kasih buat 2 hari yang seru ini Cirebon, Matur Nuhun!.

Kesimpulan

Untuk menghemat budget penginapan, sebenarnya kota Cirebon bisa di eksplore dalam satu hari saja. Caranya dengan naik kereta cirebon ekspres yang paling pagi jam 06.00 wib dan pulang dengan kereta tegal bahari  jam 18.30 wib. Selain itu jarak antar semua objek wisata nya cukup dekat hanya sekitar 30 menit dengan angkutan umum dan masih berada di dalam kota. Jadi ga ada salahnya kalian berlibur ke kota ini saat libur satu hari atau weekend, Selamat berlibur!


Minggu, 16 Februari 2014

Backpacking Singapore - Melaka - Singapore

  Halo kawan! Perjalananan liburan kali ini gue memilih negeri yang terkenal dengan denda dan ketertiban masyarakatnya di Asia tenggara yaitu Singapore. Bermodal tiket tiger airways PP seharga 500 ribuan dan uang 250 SGD. Sabtu subuh tanggal 25 Januari, gue berangkat kesana bersama cewe gue Lian dan temen-temen gokil gue Holid, Inal dan Niza.

Hari Pertama

  Kami tiba di bandara Changi jam 10 pagi waktu Singapore, yang lebih awal 1 jam dari WIB. Setelah sampai gue agak sedikit terpukau dengan fasilitas2 yang ada di Changi. Dari toilet-toilet yang bersih, tap water dimana-mana , mal transit, kebun-kebun buatan, wifi yang kenceng  sampe mesin pijet gratis yang ok banget! *loncat-loncat girang*. 





Kebun buatan di dalam Changi

  Abis kelilingin Changi kita turun ke bawah untuk naik MRT. Sebelum naik kita wajib doa sama sujud sukur biar keretanya cepet dateng dan ga usah bayar hehe gak deh becanda :p. Gue sama Lian beli tiket EZLink yang harganya 12 SGD yang isinya 7 SGD trus kita top up jd 17 SGD karena kita bakal pake itu selama 4 hari  dan EZlink  ini bisa dipake juga buat naik bis SBS.








  Abis beli EZlink kita naik MRT ke Tanah Merah terus dari Tanah Merah kita lanjut ke Kranji. Selama di MRT kita sempat ngeliat orang-orang Indonesia yang lagi pada liburan kesini. Nyampe di Kranji kita lanjut naik bis SBS yang akan membawa kita menuju Terminal Larkin, Johor Baru. Pas di Woodlands kita disuruh turun untuk melewati imigrasi, dan yang bikin gue kaget karena orang-orang lari-larian begitu turun dari bus. Rupanya mereka takut ketinggalan bis SBS yang kita naikin tadi. Jujur gue juga masi bingung pas keluar bis kartu ezlink harus ditap apa nggak tapi gue sih tap-tap aja.


Ngecek stempel di Johor baru
  Pas keluar dari imigrasi, kita kebingungan karena bis SBS kita dah ga ada dan sempet liat bis lain warna kuning milik Malaysia yang nawarin kita naik tapi bayar lagi 7 RM tapi untungnya ga lama kemudian bis sbs yang lain lewat dan ternyata kita bisa naik bis sbs yang beda sama yang kita naikan tadi selama masi punya EZLink, Yiay. Jam 4 sore kita nyampe di Terminal Larkin. Karena udah kelaperan banget kita langsung makan aja tangan sama kuping supir bisnya hehe nggak lah kita makan di foodcourt terminal. Gue sama Inal makan nasi kandar kambing, Holid nasi lemak sementara Lian dan Niza makan dari tempat prasmanan gitu. 

Terminal Larkin di Johor Baru


 Jam 5 kita lanjut ke Melaka dengan Delima Express yang harganya 21 RM per orang. Lama perjalanan sekitar 4 jam dan begitu sampai Melaka Sentral ternyata Bis Panorama     ( bis transjakartanya melaka ) sudah ga beroperasi karena cuma sampe jam 8 malam. Kita pun naik taksi yang tarifnya langsung nembak 20 RM dan kata mereka taksi Melaka ga pake argo cuma Kuala Lumpur dan beberapa kota besar yang pake argo, ok sip. 


Kena macet juga dimari :p

  Selama di taksi gue sempet ngobrol sama abang supir taksi yang pake jersey Barcelona FC tentang sepakbola di Malaysia. Dan dia bilang sepakbola di Malaysia masih banyak yang skandal pengaturan skor karena dipengaruhi bandar judi, dan dia sendiri tidak minat nonton liga Malaysia hehe. Oh ya dan dia tau loh Eric Thohir orang Indonesia yang baru beli Intermilan! *Bangga*. 


Melaka!


  Di Melaka kita nginep di Sayangsayang Hostel. Per Orang bayar 32 RM dan kamar mandi di luar. Setelah menaruh barang kita keluar sebentar menikmati suasana malam di Melaka. Suasana kuno begitu terasa dengan banyaknya bangunan dan benteng2 dari abad 16 yang masih terawat baik disini, lengkap dengan sungai yang sesekali dilewati satu kapal kecil.





Mirip kota tua yak ?
Hari Kedua

  Bangun tidur sehabis sarapan kita langsung menuju gereja Christchurch Melaka yang sering dibilang juga Gereja Merah. Dari Gereja merah kita lanjut menuju Mal Mahkota Pahlawan untuk menukar uang ke SGD , karena money changer yang ada sekitar hostel tutup pada sabtu-minggu. Ada satu bangunan yang menarik perhatian gue ketika kita jalan menuju Mal yaitu Menara Taming Sari. Harga untuk sekali naik 20 RM. Karena uang kita udah mulai menipis kita akhirnya melewatkan saja menara itu, dan gue nyesel banget! Haha. 


Nyesel banget ga naik ini hehe











  Jam 12 Kita Check out dari hostel menuju Melaka sentral dengan bis Panorama yang naiknya dari depan Gereja Merah dan cukup membayar 2 RM langsung ke supirnya. Di Melaka sentral kita beli tiket Delima Express yang langsung ke Singapore seharga 24 RM. Jam 5 sore kita berangkat dari Melaka menuju Singapore.


Depan Christ church gereja peninggalan Portugis
  Sesampainya di imigrasi Malaysia seperti biasa semua orang berlari dan masuk kembali ke bis. Tapi pas nyampe Imigrasi Singapore di Woodlands sesuatu terjadi sama gue. Mbak2 yang mau ngecap paspor gue, nanyain macem2 sama gue. Sampe nanya gue ke Singapore sama siapa aja, temen gue yang mana aja, selama 5 menitan lebih, kamfreeet! Dikira TKI illegal kali ya gue hehe. Sementara itu temen2 gue lewat2 aja dan ga ditanyain macem2 sama petugasnya. Nyampe Singapore kita langsung naek MRT menuju Bugis.


Cozy Corner Hostel
 Di Bugis kita nginep di Cozy Corner yang deket banget sama Bugis Junction, mal diatas stasiun MRT Bugis. Malam itu kita habiskan dengan berkeliling sekitar bugis dan makan Murtabak mutton porsi large, Mantappp.


Murtabaakkk
Hari Ketiga

  Hari ini adalah hari yang paling gue suka. Kenapa? karena kita ke Universal Studioooos! Yeaaaah!. Kita beli tiket Universal di Jakarta seharga 60 SGD. Dan gue dapet info katanya kalo pegawai negeri dan Militer Singapore bisa dapet diskon sampe 50 persen buat beli tiket Universal. Yah kali aja diantara kalian ada yg punya temen tentara Singapore, lumayan diskonnya hehe.





Dari Bugis kita naik MRT ke Outram terus pindah line lanjut ke Harbourfront terus lanjut sentosa express dan turun di Waterfront station. Sekitar jam 11 siang kita nyampe di Universal Studio.








  Wahana yang pertama langsung dicoba adalah Transformers Ride, wahana yang konon biaya pembuatannya mencapai US$ 100 Juta! dan paling muahal dibanding wahana yang lain. Ngantri wahana ini cuma 5 menitan karena masih sepi dan seruuuu abis!, gue akhirnya naik ini 2 kali. 



  Abis itu lanjut wahana special efeknya Steven Spielberg, disini kita kayak dibawa ke ruangan dimana kita bisa ngerasain efek badai, kapal jatuh, kebakaran sampe kapal nabrak. Terus lanjut The Mummy, wahana yang menurut gue paling bikin gue mual. Gerakan narik kebelakang terus jatuh ke bawah dengan kecepatan tinggi itu rasanya bikin roti panggang yang gue makan di hostel mau keluar dari perut. 


Charlie Chaplin!
  Setelah mual2 dan liat souvenir yang lucu2 dan mahal kita lanjut makan siang. Karena punya voucher makan 10 dollar dari tiket masuk gue cuma bayar 1 dollar untuk paket burger dan french fries plus eskrim gratis paddle pop. Abis makan kita lanjut nyobain Madagascar yang rasanya kayak naik istana boneka trus lanjut ke Shrek 4D. Abis dari Shrek kita lanjut Jurassic park yang permainannya kayak arung jeram gitu. Awalnya gue ga begitu yakin ini bakal basah2 banget namun ternyata perkiraan gue meleset! Diantara 4 orang itu gue yang paling basah kuyup! Damnn. Dari Jurassic Park kita lanjut Sesame Street dan nyobain Transformers ride sekali lagi, biar puas :D. Jam 7 kita keluar Universal studio menuju Bugis untuk istirahat bentar selonjoran di hostel.




Depan wahana The Mummy, sumpah bikin mual haha
  Jam 8 kita makan malam Nasi Briyanni Mutton depan masjid Sultan seharga 6,5 SGD, rasanya enak dan porsinya juga guede. Kelar makan kita diajak Holid ke Marina Bay sands untuk ngeliat pertunjukan air "Wonder Full" yg keren banget dan adanya cuma jam 8 sama setengah 10 malam. Pertunjukannnya kayak nonton film tapi lewat medium air dan laser, keren!. Puas liat pertunjukan air keren, kita muter2 sama foto2 di sekitar Merlion Park. Sekitar Jam 11 kurang kita balik naik MRT dari City Hall ke Bugis. Kaki rasanya pegel banget dan begitu nyampe hostel gue langsung  tepar di kasur tapi puas dan seneng banget! :)









Marina Bay Sands at night
Hari Keempat

  Saking pulesnya tidur gue bangun jam 9 dan buru-buru nguber sarapan gratis dimana Lian dan Niza uda nangkring disitu. Waktu kita balik lagi ke kamar, si uncle Cozy Corner udah ngingetin kita terus kalo check out jam 11. Jam 11.30 kita check out trus nitip ransel kita disitu karena mau beli oleh-oleh di bugis street dan Mustafa center. Pas kita jalan ke bugis street, Inal pamit cabut duluan karena dia beli tiket pulang yang jam 2 siang dan dengan bangganya dia bilang abis makan murtabak medium sendirian pas kita beres2 mau check out di kamar, kamfer lo nal hehe. 






Di Bugis Junction
  Di Bugis street gue sama Holid berpisah sebentar sama Lian dan Niza karena ada yang mau kita liat2 dulu di Bugis Junction. Holid liat2 action figure di toko mainannya sementara gue nyari buku2 film di kinokuniya yang ternyata ga ada dan harusnyague ke kinokuniya store yang di orchard yang lebih lengkap bukunya.  Abis dari Bugis street kita lanjut ke Merlion Park buat foto2 bentar sama makan es krim uncle yang harganya cuma 1 dollar. Trus kita lanjut ke Mustafa Center untuk beli oleh2 coklat. Sekilas liat Mustafa center sih kayak Ramayana gitu malnya tapi harga2 coklat disini murah banget dan mereka buka 24 jam, wajib kesini lagi ntar hehe. 






 Ga terasa jam udah nunjukin jam 4.30 sore dan kita pun buru2 ke MRT station terdekat karena kita harus check in jam 18.20. Setelah sempet salah kereta akhirnya kita nyampe Changi jam 18.10, fiuhh. Lain kali harus berangkat lebih awal ni karena bandara Changi luas banget. Belum lagi kalo petugas bandara suka minta bongkar isi tas kita kalo ada benda yg menurut dia mencurigakan, yah 2 jam sebelum check in lah udah di bandara hehe. Jam 20.00 WIB kita akhirnya sampe di negeri carut marut tercinta tapi makanannya enak dan murah. Pecel lele, martabak, sate I’m comingggg.